You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Rapat paripurna jawaban Gubernur soal APBD 2026 dan PAM Jaya
photo Mochamad Tresna Suheryanto - Beritajakarta.id

DPRD Gelar Paripurna Jawaban Gubernur tentang APBD 2026 dan PAM Jaya

DPRD DKI Jakarta menggelar rapat paripurna penyampaian jawaban Gubernur atas pandangan umum fraksi-fraksi terhadap dua raperda strategis, yakni Raperda tentang APBD DKI Jakarta Tahun Anggaran 2026 dan Raperda tentang Perubahan Badan Hukum PAM Jaya menjadi Perseroda. Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Ima Mahdiah.

"memberikan masukan konstruktif,"

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, rapat paripurna ini kami buka dan kami nyatakan terbuka untuk umum,” ujar Ima di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (8/9).

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta telah menyampaikan pidato pengantar terkait kedua raperda tersebut. Pandangan umum fraksi diharapkan memberikan masukan konstruktif, baik untuk memperkuat APBD 2026 agar lebih efektif, maupun memastikan transformasi PAM Jaya tetap berpihak pada pelayanan publik.

Ketua DPRD: PAM Jaya Jadi Perseroda untuk Kebaikan Warga

Fraksi PKS menyampaikan PAM Jaya fokus pada perbaikan layanan mulai dari kualitas air, kontinuitas pasokan, hingga penurunan tingkat kebocoran sebelum melangkah ke perubahan status hukum.

Fraksi Gerindra menilai APBD 2026 sebesar Rp95,35 triliun perlu dikelola dengan disiplin, mengingat pertumbuhan pendapatan belum seimbang dengan belanja.

Terkait PAM Jaya, Gerindra menekankan pentingnya roadmap untuk memperluas layanan hingga 100 persen pada 2030, sekaligus menjamin tarif tetap terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Fraksi PDI Perjuangan mengapresiasi proyeksi APBD yang meningkat. Terkait PAM Jaya, PDIP menegaskan bahwa air merupakan hak dasar rakyat dan transformasi perusahaan harus berlandaskan prinsip pelayanan, bukan profit.

Fraksi Nasdem meminta PAM Jaya menyiapkan rencana bisnis yang lebih detail serta transparansi mekanisme kepemilikan saham agar tidak terjadi privatisasi terselubung.

Sementara itu, Fraksi Golkar menyambut baik ketepatan waktu penyusunan APBD 2026 dan perubahan status PAM Jaya merupakan langkah strategis, dengan catatan kepemilikan mayoritas tetap di Pemprov DKI.

Fraksi PKB menekankan bahwa RAPBD 2026 harus berorientasi hasil nyata bagi warga, seperti berkurangnya genangan, menurunnya polusi, hingga meningkatnya kualitas layanan dasar. Untuk PAM Jaya, PKB menegaskan pentingnya kewajiban pelayanan publik yang jelas dan mengikat.

Sementara itu, Fraksi PAN memberi catatan agar target pendapatan daerah dicapai dengan strategi konkret, mengingat kondisi ekonomi global yang tidak pasti.

Fraksi Demokrat-Perindo menekankan APBD harus menjawab persoalan mendasar warga seperti lapangan kerja, harga kebutuhan pokok, dan pengentasan kemiskinan, bukan sekadar angka fiskal.

Adapun Fraksi PSI meminta Pemprov DKI tidak menaikkan pajak atau pungutan baru yang membebani masyarakat. PSI juga mendorong insentif keringanan PBB-P2.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye13262 personDessy Suciati
  2. Panen Serentak di Jaktim Hasilkan 2 Ton

    access_time14-08-2026 remove_red_eye8924 personNurito
  3. Pemkot Jaksel Tegur Pemilik Bangunan Langgar Aturan

    access_time14-08-2026 remove_red_eye2194 personTiyo Surya Sakti
  4. Dubes Belanda Lihat Kemeriahan Peringatan HUT ke-81 RI di Malaka Jaya

    access_time17-08-2026 remove_red_eye2052 personNurito
  5. Komisi D Minta Pemprov DKI Perkuat Pengamanan Aset

    access_time14-08-2026 remove_red_eye1972 personFakhrizal Fakhri